Fandom Bukan Agama


keep-calm-and-love-kpop-27

Fandom atau fancafe sudah menjadi organisasi yang tidak bisa dibilang kecil yang diikuti banyak remaja di Dunia dan pastinya di Indonesia.

mereka yang menyukai satu idola yang sama akan berteman dengan orang-orang yang memiliki selera sama.

media social yang menjamur juga mempermudah mereka berkomunikasi dan mencari kabar terbaru dari idol masing-masing.

saya di sini bukan sebagai seseorang yang “mengerti” tapi hanya ingin menyampaikan pendapat, ini juga fungsi blog kan?😀

mencari kabar terbaru, berkomunikasi & bertukar pendapat dengan sesama teman satu fandom atau sering disebut “fangirling” memang sangat mengasyikan, pengalaman sejak menjadi seorang ELF yang menurutku cukup lama [aku tahu Super Junior sejak don’t don 2 karena ibu suka drama Korea🙂 ]

bergabung dengan suatu fandom terutama fandom kpop [menurutku] banyak sisi positive dari pada negative, remaja akan belajar berorganisasi secara tidak langsung, lebih cakap dengan bahasa asing, lebih creative, dan terbuka dengan hal-hal baru.

banyak fans yang juga menjadi penulis dari fanfiction, editor cover novel, pembuat fan art, belajar menjadi pemimpin dengan menjadi admin dari suatu fansite, pikiran mereka juga lebih terbuka dan terdorong untuk lebih maju dan mau mempelajari hal-hal baru.

mungkin ini sepele, tulisan atau seni editing photo yang fans buat dan notabene bukan pakar tapi hasilnya keren😀

masih banyak dampak positive dari suatu fandom untuk seseorang, tapi di balik semua itu juga ada hal buruk yang kadang menuntut kita untuk berfikir.

fanwar atau perang antara fans sangat sering terjadi di social micro blogging seperti Twitter, Facebook, Instagram dan masih banyak lagi, fans yang kebanyakan remaja puteri sudah biasa berkata kasar lewat tulisan-tulisan mereka yang sebenarnya sepele tapi berakhir dengan fanwar, mungkin tidak secara langsung, tapi semua stalk pasti sangat mengganggu, 80 % pengguna social media memiliki kepribadian dan gaya bahasa yang berbeda antara dunia maya dan nyata, dan mungkin mereka yang frontal saat fanwar bukan berarti orang yang kasar🙂

fandom memang penting karena bisa melatih kita untuk setia dan masih banyak hal positive yang lain, tapi jangan berlebihan, berlebihan untuk mencintai atau membenci orang yang tidak sefeeling dengan kita, karena masih ada Tuhan, keluarga dan teman

mulai dari diri sendiri dengan menjaga sikap dan tulisan yang akan keluar, karena satu orang berbuat buruk akan berdampak buruk untuk fandom kita.

bias adalah seseorang yang memiliki banyak kelebihan yang menjadi alasan kita mengaguminya, tapi dengan menjadi frontal dan liar  sekalipun hanya tulisan tidak akan membawa sesuatu yang positive🙂
jadi, KEEP CALM dan mari nikmati dan hargai karya mereka😀

2 thoughts on “Fandom Bukan Agama

tulis pendapatmu di sini, kamu pintar kan? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s