flashback and let’s the games begin…!


ek-sbysssko-130816b

ini bukan tanpa alasan yah.. curhat karena emang pilpres 2014 aku udah ikutan nyontreng ^O^)/

ayoo kita flashback gimana awalnya kok pak Jokowi yang salah satu majalah Inggris sampe bilang “let’s the games begin” intinya mereka bilang hanya Jokowi yang paling “tepat” jadi presiden setelah presiden jagoan saya pak SBY.

sekitar tahun 2011/2012 nama Jokowi mulai santer di berita televisi maupun portal berita online karena prestasi yang menurut saya cukup WAH dan memang disepakati buat “diangkat” lebih jelasnya pak Jokowi mulai jadi bahan berita dan headline sejak SMK 2 Solo membuat mobil esemka yang menghebohkan Indonesia.

pak Jokowi sebagai wali kota Solo saat itu, mengumumkan kalau beliau menggunakan mobil esemka sebagai mobil dinas, secara tidak langsung menunjukkan kualitas dari mobil esemka.

momennya pas banget waktu itu menurut saya, hampir bersamaan media juga beritain Foke yang saat itu sebagai Gubernur DKI Jakarta menghadiri sebuah even bersepeda dengan mobil mewah, seketika Foke langsung jadi bahan hujatan beberapa orang.

pilkada Jakarta dimulai, dan secara mengejutkan Jokowi dijagokan sebagai calon gubernur dari PDIP, banyak pihak yang setuju setelah tahu seperti apa sosok Jokowi selama memimpin Solo, tapi tidak sedikit yang tidak menyetujuinya, karena Jokowi bukan berasal dari ras betawi yang menjadi dominasi di Jakarta, Jokowi adalah seorang Jawa tulen, melewati semua itu, hasil akhirnya Jokowi menang dalam pemilihan bersama Ahok yang seorang Chinese dan kristiani memimpin Jakarta sebagai pengganti Foke,

pribadi seorang Jokowi yang humble dan punya banyak ide segar dan cerdas memang bukan suatu kesalahan jika kita mendukungnya, tapi entah apa yang terjadi, sekali lagi semua seperti direncanakan dari awal, kalian yang rajin mengikuti berita, masih ingat saat anggota DPR RI dari partai PDIP mengikuti rapat terlihat seperti sebelumnya dikoordinir beberapa anggota mengenakan kemeja kota-kotak merah? kemeja yang sebenarnya biasa, tapi seperti ada hukum tidak tertulis yang menyatakan motif kotak-kotak merah menjadi trademark dari Jokowi dan ciri khas dari pengikutnya.

dari partai rival PDIP, Demokrat anggotanya sempat menyindir karena warna terang mendominasi ruang rapat, dijawab dengan nada guyonan, “jika anda melarang kami memakai kemeja merah, maka akan ada peraturan yang melarang anggota berkumis memasuki ruangn ini” kumis? yah… kumis yang menjadi ciri khas Foke dari Demokrat.

Jokowi yang seperti gak punya gengsi, setelah terpilih aktif melakukan “blusukan” masyarakat sangat senang karena merasa benar-benar diperhatikan, proyek rumah susun, kartu Jakarta sehat sampai masalah gorong-gorong air benar-benar ditunaikan di awal kepemimpinan Jokowi dan Ahok.

Jokowi dengan pribadinya yang unik, penyuka musik metal itu dengan ramah datang ke konser musik Metalica bahkan Music Bank di Jakarta, mulai rock sampai kpop, Jokowi seperti menggandeng anak muda Jakarta.

lalu mulai muncul desas-desus Jokowi akan dijagokan PDIP di RI1.

masalahnya…..

pilpres kemarin, Bu Megawati dan Prabowo aja saling ngotot buat jadi Capres, dan hasilnya Megawati maju sebagai Capres dengan Prabowo sebagai Cawapres, terus?

apa koalisi itu tidak akan berlanjut untuk pilpres 2014?

anda mungkin punya pendapat?

saya pribadi mulai was-was setelah Jokowi beberapa saat lalu melakukan blusukan sampai di luar daerah kepimimpinannya, Jokowi blusukan sampai Sumatera, dan itu semakin menjurus ke isu RI-1.

Presiden kita saat ini, pak SBY pun sempat memperhatikan masalah ini, beliau secara tidak langsung menegur atau kasarnya menyindir Jokowi untuk fokus ke programnya untuk Jakarta.

untuk seseorang yang tenar mulai 2 tahunan ini dan mengaku belajar politik dari sosok Alm.Taufik keimas memang sedikit berlebihan, bagaimana dengan pendidikannya? atau kemampuan bahasa asingnya?

ah terserah! yang penting pak Jokowi memperhatikan rakyat kecil, idenya segar dan briliant! ada yang berfikir seperti itu?

semua tidak sesederhana yang kita pikirkan, Indonesia yang dari awal sudah dimonopoli Amerika yang tidak ingin negeri kita “jatuh” ke tangan uni soviet atau China, menekan dengan harga listrik yang lebih mahal dari Philipina bahkan Amerika, kalian bisa baca di draft sebelum ini.

“rakyat kecil kayak kita jangan mikir negara, negara udah ada yang mikir, kita bisa makan aja Alhamdulillah..”

oke, mungkin masuk akal, tapi Indonesia mungkin masih belum merdeka jika Bung Tomo dan teman-temannya berfikir kolot seperti itu, tidak akan ada rengasdengklok, dan hari kemerdekaan kita bukan 17, Agustus tahun 1945.

c’mon guys… kita hidup di rezim reformasi & demokrasi, anak bangsa bebas bersuara dan berpendapat dengan etika dan cara diplomatis.

kembali ke masalah awal, saya sendiri bingung menentukan pilihan, selama ini orang yang menurut saya paling tepat memimpin Indonesia adalah pak SBY, selama beliau memimpin banyak subsidi diberlakukan, Indonesia berhasil melunasi hutang warisan pemimpin sebelumknya, negara kita bersama Turki, Meksiko dan Korea selatan masuk negara MIST atau negatra PALING BERPOTENSI DI DUNIA, wajar memang Indonesia masuk negara paling berpotensi di dunia, mengingat 2 juta kilometer wilayah darat dengan 6 juta kilometer persegi wilayah lautnya Indonesia menyimpan banyak kekayaan alam dan menjadi paru-paru dunia, tapi, kalian masih ingat kenapa gunung emas di Jayapura Indonesia sekarang menjadi wilayah perusahaan Preefortmilik Amerika yang megah itu?

mantan presiden kedua Indonesia sang penguasa yang memimpin Indonesia lebih 30 tahun, leader dari rezim orde baru, Alm. Soeharto pernah mengatakan, “kita punya sumber daya alam yang kaya, tapi untuk apa kalo kita gak punya sumber daya manusia yang memadai untuk mengolahnya?”

menyambut pilpres 2014 banyak kaos yang bertuliskan quote pak Harto dalam bahasa Jawa yang menjurus ke sarkastik, “menak jamanku toh le?” “enakan jaman gue kan ntong?” selain di kaos yang dijajakan di kaki lima, sekitar 2 tahun lalu saya sudah melihatnya di truck-truck jalur Surabaya-Jakarta.

astaga.. itu ulah mereka yang tidak berfikir!

kembali ke masa kabinet Indonesia bersatu yang sudah memasuki akhir untuk masa jaya ke 2 ini.

wajib belajar menjadi 9 tahun, subsidi LPG, BLT, KUR, JAMKESMAS, subsidi bensin, buku bos, mobil internet setiap kecamatan dan masih banyak lagi.

setiap kita berjalan pasti ada kerikil bahkan kaki lain yang menghalangi kita, seperti pendiri Demokrat sekaligus presiden kita selama 2 periode ini, banyak sekali hal positive yang terjadi, tapi beberapa oknum malah sedikit memperburuk pamor SBY di mata masyarakat, dengan khilaf, mereka memutuskan setelah menerima suap, lihat televisi, dan kamu akan melihat perang abstrak antar partai politik.

korups, kasus daging sapi, selingkuh, adu jotos di tengah rapat, tidur bahkan menonton video porno saat rapat berlangsung, astaga..

mereka yang berfikir individualis, punya rasa nasionalisme yang cenderung minor dan mereka yang terlalu hanyut dalam sensasi pengendali, bahkan lupa dengan janji untuk yang memilih mereka dulu.

setelah 2 periode Presiden SBY bersama kabinet Indonesia bersatu membawa Indonesia menjadi lebih baik, kursi untuk SBY kembali memimpin Indonesia secara hukum internasional sudah tidak ada, lalu siapa yang paling tepat menggantikannya?

siapapun itu, mereka yang benar-benar mencintai negaranya adalah yang paling tepat, pengetahuan dan kharisma bermain dalam hal ini, kharisma bagaimana seorang presiden membawa gambaran negaranya dimanata dunia

apalagi setelah rupiah bulan ini berada di kurs terendahnya, disusul rencana Bapak SBY tentang pemindahan ibu kota negara dan pasar bebas yang akan segera berlaku, bukan hal mudah untuk membawa rupiah ke kurs yang kembali stabil.

mengabdi kepada negara dengan profesi pribadi, menjadi yang terbaik d bidangnya agar Indonesia jaya dengan semua aspeknya.

siapapun itu, seseorang yang paling tepat memimpin kita, orang yang kita pilih karena dia yang terbaik, bukan karena nepotisme maupun serangan fajar.

Indri Hapsari a.k.a Hapsarikyuku

tulis pendapatmu di sini, kamu pintar kan? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s